17 november 2012kerinduan ku semakin menjadi gigi. aku yang sejak sedari tadi terus uring-uringan tidak jelas di kamar. bahkan panggilan dari ibu yang menyuruhku untuk makanpun aku anggap sebagai sebuah amarah.aku tidak mengerti kenapa aku harus mengalami perasaan seperti ini yang paling bodohnya adalah aku tidak tau kenapa aku harus merindukan sosok alien yang menyebalkan itu. #yakin nyebelin? bukannya dia susah membuatmu tersenyum dan tidak bisa tidur?ah...sudah....aku bingung harus bagaimana...aku benci melihatnya,,,, benci,,,benci...benci....udah malam,,,aku mau tidur.dadah gigiyayang
aku pun menutup buku diary ku dan beranjak untuk tidur. namun ntah kenapa bayang-bayang alien itu terus saja menghantui pikiran ku. semua hal yang sudah dia lakukan dihadapku tadi pagi itu membuatku menjadi salah singkah. senyumananya....pandangan matanya....genggaman tanganya...semuanya terbayang jelas di ingatanku. heum,,,apa ini yang namanya??? tidak...tidak....ini hanya pikiran konyol. aku yakin ini hanya pikiran konyol.
ah,,,sudah larut malam, aku harus tidur sebelum besok terlambart ke kampus. lagipula besok adalah mata kuliah praktikum dimana semua mahasiswanya tidak boleh ada yang telat walaupun hanya 1 menit. aku harus tidur,,,harus...
1 jam berlalu
ya Tuhan...kenapa lagi? kenapa sosok dia masih saja menghantui pikiran ku.
ada apa sih? uh.....sebel...sebel...sebel... "yayang menggerutu dalam hati"
aku pun meraih ponselku dan melihat jam yang tertera di layar hp. ternyata sudah jam 12 sementara mata ini belum mau untuk tidur padahal badan ini rasanya sudah tidak bisa lagi di ajak kerja sama.
masa iya aku harus menghitung domba sampai seratuh? ciyus? miapa?
ah,,,sudah larut malam, aku harus tidur sebelum besok terlambart ke kampus. lagipula besok adalah mata kuliah praktikum dimana semua mahasiswanya tidak boleh ada yang telat walaupun hanya 1 menit. aku harus tidur,,,harus...
1 jam berlalu
ya Tuhan...kenapa lagi? kenapa sosok dia masih saja menghantui pikiran ku.
ada apa sih? uh.....sebel...sebel...sebel... "yayang menggerutu dalam hati"
aku pun meraih ponselku dan melihat jam yang tertera di layar hp. ternyata sudah jam 12 sementara mata ini belum mau untuk tidur padahal badan ini rasanya sudah tidak bisa lagi di ajak kerja sama.
masa iya aku harus menghitung domba sampai seratuh? ciyus? miapa?


Tidak ada komentar:
Posting Komentar