Senin, 08 Agustus 2011

RENUNGAN BAGI YG SEDIH KARENA KEHILANGAN

sahabat.....salah satu cara untuk membuat hidup ini bermakna dan tidak sia sia adalah dengan meninggalkan luka lama, tak perlu sering diingat, kalau buku maka bab itu sudah selesai, bab baru menunggu“

life must go on kalau kata orang betawi

Kita pasti teringat bahwa dalam perjalanan jiwa kita rasanya, kita lebih banyak menangisi kepergian orang orang yang meninggalkan kita dan sedikit sekali bahkan jarang sekali kita mengingat mereka yang tak pernah pergi dari sisi kita,

seberapapun luka yang kita tanamkan, ada yang tetap mencintai kita,
saat ada yang tak perduli kita, ada yang begitu memperhatikan kita :)


Iya, pepatah mengejar burung terbang tinggi, punai ditangan terlepas jua

Hal itu menjadi tamparan hebat bagi kita, bahwa kita sering sekali menangisi kekasih kita yang pergi tanpa menoleh dan tanpa peduli seberapa luka yang ditinggalkan namun kita lupa dengan orang orang yang menyembuhkan luka kita setelah itu, kasih sayang, perhatian, rasanya kita buat tak bermakna karena pikiran kita dipenuhi luka dan sang pemberi luka “ih gak banget lo ”,

betul sering kita terpaku pada luka dan melupakan cinta yang mengelilingi kita, cinta yang tanpa hawa nafsu pastinya, mungkin emang enak yang pake napsu seperti para budak setan mencintai.

Kita sadari bahwa kita terlalu sering melihat pintu yang tertutup lalu menangisi mengapa pintu itu tertutup, lalu mengedor gedor sang penutup pintu agar mau lagi membuka pintu itu dan beri kita kesempatan, lalu meraung raung berguling dibelakang pintu meratapi luka “bodohnya si kita”,

Kita merasa tak lagi sanggup melihat dunia karena pintu itu tertutup untuk kita, dan kebodohan yang lain adalah kita lalu melupakan jendela jendela yang terbuka lebar dan memberi kita ruang yang lebih luas dan lebar agar kita dapat melihat dunia dari sudut yang lebih indah, agar kita lebih mampu memperolah oksigen lebih banyak,

Ehm mari belajar mentertawakan nasib.
(hehehe....jelek banget kayaknya kalmat terakhir tuch!hiks..hiks..!!)


Ah saya jadi teringat seorang sahabat cantik saya yang ditinggalkan kekasihnya kemudian selama berbulan bulan ia mengikuti kemana sang jejaka pergi, menatap fesbuk, follow twitter, nongkrongin dimana saja sang jejaka pergi, mengutit dan sibuk bertanya

”si dia sedang apa, sama siapa sekarang“ :P
padahal itu bukan urusan sahabat saya, sekali lagi bukan.

Sahabat saya sedang menyia nyiakan waktu dengan sibuk memikirkan lelaki yang sudah tidak memikirkan dia lagi, dia lupa bahwa ALLAH sangat membenci kesia siaan.

Pintu sudah tertutup sist, kini yang kamu miliki adalah jendela, then take it !!

Kata orang bijak,
" hidup adalah pindah dari satu masalah ke masalah lain, dari satu hikmah ke hikmah lainnya, dan satu satunya cara untuk mengobati luka adalah dengan meninggalkan luka itu sendiri, bukankah ALLAH tidak mengubah nasib seorang hamba jika sang hamba tak mengubahnya, paksa diri untuk melangkah, tutup lembaran yang ini dan membuka lembaran baru."

Dan kembalikan semua kepada pengobat luka
“ya ALLAH, kami kembalikan semua luka yang pernah singgah dihati kami dan gantilah hati kami dengan hati yang baru, hati yang mampu melihat kasih sayang dari orang orang yang mencintai kami”

Kan tenang yah kalau begini? iya gak sih?

(Sambil mikir garuk2 kepala padahal ga gathel....Hikss.....)
sambil senyam senyum sendiri karena nasehat ini sebenarnya buat diri sendiri!!
jiach sok menggurui kayaknya.... GUBYAAKKSSss!!!

Maaf ya sahabat, bukan nya bermaksud
"MENGAJARI IKAN BERENANG" tp ini beneran nyeramahin diri sendiri...

maaf yaa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar